George Weah “King George”

Image

Pemain yang bernama lengkap George Tawlon Manneh Oppong Ousman Weah ini lebih dikenal Sebagai master mencetak gol di masa dekade 90’an.Orang tuanya sendiri pun tidak akan menyangka bahwa bocah yang Lahir tanggal 1 Oktober 1966 di Monrovia (Liberia) itu akan menjadi bintang di dunia dan sekaligus mengharumkan nama negara. Ya Weah sangat di puja di negaranya. Saat masih keci weah di asuh oleh sang nenek dan bersekolah dengan giat, ketika itu memang bakatnya belum terlihat. saat muda ia bermain di Mighty Barrolle, Invincible Eleven

Weah pindah ke Eropa pada tahun 1988 ketika itu Arsene Wenger manajer Monaco mengetahui ada bakat pemain besar di dalam dirinya. George membawa monaco menjuarai liga. Pada 1990-an Weah kemudian bermain untuk Paris Saint Germain kemudian melanjutkan karirnya di AC Milan (1995-1999), dengan Rossonerri ia memenangkan liga Italia pada tahun 1996 dan 1999. Pada tahun 1995 ia terpilih sebagai pemain terbaik Eropa dan Pemain Terbaik Dunia FIFA. Weah juga menjadi terkenal di Milan saat mencetak gol melawan Verona di San Siro. Setelah meninggalkan Milan pada Januari 2000 Weah pindah ke Chelsea, Manchester City dan Olympique Marseille, Al Jazira FC, di Uni Emirat Arab. Karena kalah bersang dengan Andry Shevchenko dan jose Mari selain itu juga karena faktor usia.

Honours

Mighty Barrolle

  • Liberian Premier League: 1985-86
  • Liberian Cup: 1985-86

Invincible Eleven

  • Liberian Premier League: 1986-87

AS Monaco

  • Coupe de France: 1991

Paris Saint-Germain

  • Ligue 1: 1993-94
  • Coupe de France: 1992-93, 1994-95
  • Coupe de la Ligue: 1995

AC Milan

  • Serie A: 1995-1996, 1998-99

Chelsea

  • FA Cup: 1999–2000

Individual

  • Onze d’Or: 1995
  • Ballon d’Or: 1995
  • FIFA World Player of the Year: 1995
  • African Footballer of the Year: 1989, 1994, 1995
  • UEFA Champions League top scorers: 1994-95
  • FIFA Fair Play Award: 1996
  • African Player of the Century: 1996
  • FIFA 100

Rui Manuel César Costa

Image

Rui Manuel César Costa pemain yang satu ini terkenal akan dribbling, teknik dan visi luar biasanya, sehingga ia dianggap sebagai salah satu gelandang terbesar dari generasinya. Pada tahun 2004, ia diangkat Pelé sebagai salah satu pemain terbesar yang masih hidup dari 125 pesepak bola di FIFA, bahkan rui masuk dalam 100 besar. Lahir di Lisbona (Portogallo) 29 Maret 1972. Pada usia lima tahun, Costa sudah bergabung dengan tim sepak bola Damaia Ginásio Clube. Setelah Rui mencoba peruntungannya di Benfica. Dalam sepuluh menit legenda Portugal Eusebio yang mengawasi anak-anak, terkesan pada keterampilan Rui saat itu. Sampai tahun 1990, Rui bermain untuk skuad muda Benfica lalu dipinjamkan ke Fafe.

Pada tahun 1991, setelah Piala Dunia U-21, Portugal menang malalui drama tendangan penalti menang dimana Costa turut serta andil bagian, dan akhirnya ia kembali ke Benfica. Di sana, ia memenangkan Piala Portugal pada tahun 1993 dan gelar Divisi Portugis Pertama di 1993-94. 

Di musim ketiganya bersama squad senior Rui harus menerima pinangan dari klub asal serie A Fiorentina. Karena Benfica sedang berjuang dengan masalah keuangan, jadi mau tidak mau Rui resmi hijrah ke serie a. Di Fiorentina namanya menjadi terkenal karena masuk dalam 10 gelandang terbaik di serie A. Namun nasib sial harus dialami fiorentina setelah bangkrut di musim 2001-02. Ia melepas Rui sekaligus pelatih mereka Fatih Terim ke saingan mereka AC Milan.
Saat itu dilaporkan nilai Costa adalah £ 30.000.000. Dengan demikian, Costa menjadi transfer Milan yang paling mahal pada waktu itu. Pada tahun 2003, Kaká anak dar Brasil bergabung dengan barisan hebat di Milan tapi kedatangan Kaka membuat Costa duduk dibangku cadangan. Meskipun senang dengan keberhasilan Kaká, ia kecewa harus menjadi pelapis. Akhirnya Costa kembali ke klub lamanya Benfica pada tanggal 25 Mei 2006 di Milan Rui bermain lima musim di Milan, di mana dia memenangkan satu gelar Seri A, satu Piala Italia, satu Piala Super Italia, satu Liga Champions, dan satu Piala Super Eropa. 

Honours

Team

Benfica
  • Taça de Portugal: 1993
  • Portuguese Liga: 1993-94
Fiorentina
  • Coppa Italia: 1996, 2001
  • Supercoppa Italiana: 1996
AC Milan
  • UEFA Champions League: 2003
  • UEFA Super Cup: 2003
  • Coppa Italia: 2003
  • Serie A: 2003-04
  • Supercoppa Italiana: 2004
National team
  • UEFA European Football Championship: (Runner-up) 2004, (3rd Place) 2000
  • FIFA U-20 World Cup: (Champion – 1st place) 1991
  • European Under-21 Football Championship: (runner-up) 1994
  • UEFA Under-18 Championship: (runner up) 1990
  • Toulon Tournament: (winner) 1992

Individual

  • Toulon Tournament 1992: Best Player
  • Toulon Tournament 1992: Top Scorer
  • UEFA European Championship Teams of the Tournament: 1996, 2000
  • FIFA 100
  • SJPF Player of the Month: September 2007
  • 2007 Benfica Awards: Player of the Year

Carlo Ancelotti

Image

Lahir 10 Juni 1959 Carlo Ancelotti memulai karirnya pada tahun 1974 dengan Parma saat berusia 15 tahun. Melanjutkan karir di Ibu kota Roma, di klub yang membesarka namanya itu ia menjabat kapten di mana ia memenangkan kejuaraan Italia pada tahun 1983, Coppa Italia empat kali dan membantu Roma untuk mencapai final Piala Eropa pada tahun 1984.

Ancelotti akhirnya bergabung dengan AC Milan dari tahun 1987 sampai tahun 1992, Ancelotti merupakan bagian dari skuad Milan yang memenangkan Piala Eropa berturut-turut pada tahun 1989 sampai tahun 1990. Dalam satu dekade itu dia berkumpul dengan Paolo Maldini, Franco Baresi, Mauro Tassotti dan Alessandro Costacurta sebagai Defender, Frank Rijkaard, Ruud Gullit dan Roberto Donadoni sebagai gelandang dan Marco van Basten di ujung tombak.

Ancelotti diangkat Milan manajer pada tahun 2001, setelah Fatih Terim dipecat, karena memperoleh hasil yang buruk. Ancelotti pulalah yang mengubah posisi Andrea Pirlo dari gelandang menyerang menjadi defenplaymaker yang bermain di belakang Rui Costa pada saat itu, ini merupakan penemuan baru. sementara itu pada saat yang sama, Filippo Inzaghi dan Andriy Shevchenko menjadi duet yang dinamis. Dan Milan memenangkan Liga Champions 2003, mengalahkan Juventus 3-2 lewat adu penalti di Old Trafford dan Coppa Italia serta membawa pulang scudetto pada tahun 2004.

Ada sebuah drama kejadian di tahun 2005 saat Di partai Puncak Liga Champion dimana Milan takluk dari liverpool lewat adu pinalti, padahal di babak pertama milan sudah unggul 3-0. Dua musim berikutnya AC Milan membalas kekalahan dari Liverpool dengan kemenangan 2-1 di Stadion Olimpiade di Athena pada 23 Mei 2007 dengan 2 gol dari inzaghi, sementara itu Kaka menjadi pemain terbaik.

sebagai pelatih Ancelotti meraih gelar keempatnya secara keseluruhan, yang juga memenangkan dua kali sebagai pemain Milan pada 1989 dan 1990. Ancelotti mengumumkan pengunduran dirinya dari Milan kurang dari satu jam setelah kemenangan mereka 2-0 atas Fiorentina pada tanggal 31 Mei 2009.

Saat menjadi Pemain Milan
  • Serie A: 2
1988, 1992
  • Italian Supercup: 1
1988
  • European Cup: 2
1989, 1990
  • UEFA Super Cup: 2
1989, 1990
  • Intercontinental Cup: 2
1989, 1990

Saat Menjabat Sebagai Pelatih Milan

  • Serie A: 1
2004
  • Coppa Italia: 1
2003
  • Supercoppa Italiana: 1
2004
  • UEFA Champions League: 2
2003, 2007
  • UEFA Super Cup: 2
2003, 2007
  • FIFA Club World Cup: 1
2007

José João Altafini

Image

José João Altafini, atau juga dikenal sebagai “Mazzola” di Brasil. Lahir 24 Agustus 1938 di Brasil, dia juga salah satu pencetak gol tertinggi di Serie A bersama dengan Giuseppe Meazza dengan 216 gol. Altafini bermain untuk Palmeiras di Brasil, sebelum ia memulai karirnya di Italia dengan AC Milan pada tahun1958. Dia melakukan debut pada tanggal 21 September 1958 dan di musim pertamanya ia bermain 32 game dan mencetak 28 gol, serta memenangkan gelar sepanjang jalan. Gol pertamanya datang pada tanggal 5 Oktober saat melawan Bari. Milan memenangkan satu gelar lagi di tahun 1962, ketika Altafini sebagai pencetak gol dengan 22 gol dalam 33 pertandingan.

Pada Final Piala Eropa tahun 1963 , Altafini mencetak dua gol melawan SL Benfica untuk mengamankan kemenangan pertama di kancah Eropa. Saat itu pertandingan berakhir dengan skor 2-1. untuk kemenangan AC Milan.  Pada tahun 1965 sampai tahun 1972., Altafini memutuskan untuk bergabung dengan Napoli,  Pada tahun 1972, ironisnya Napoli kalah 2-0 di final Coppa Italia oleh klub lama Altafini yaitu, AC Milan.

Setelah pensiun dari sepakbola, Altafini menjadi komentator di mana ia menciptakan istilah ‘Golaccio’ yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris sebagai ‘Goaltastic’, meskipun tidak benar-benar sebuah kata dalam bahasa Italia.

Oliver Bierhoff

Image

Oliver Bierhoff Lahir: Karlsruhe (Jerman), 01 Mei 1968 Seorang striker yang dulunya pernah bermain sebagai gelandang selama lebih dari 9 tahun ini sangat jago dalam bola-bola atas. Tiba di Italia pada 1991 setelah lima musim bermain di Liga Jerman dan satu di Liga Austria, Namun namanya baru mencuat ketika memperkuat Udinese 1997-1998. Debut Bierhoff  di Serie A dengan mengenakan jersey Ascoli pada 1 September 1991. Setelah awal yang tidak begitu bagus bagi karirnya bahkan Mereka(tifosi ascoli) menuntut kepada Rozzi, Presiden Ascoli, untuk memulangkannya. Tetapi, permintaan itu tak digubris. Akibatnya, Bierhoff dihujat dan ditampar tifosi Ascoli 2 kali.
 
Saat Membela Udinese di tahun 1994 pun Bierhoff selalu dianggap fan udinese pemain yang tak akan mengangkat tim asal Friuli tersebut. Namun presiden Udinese Pozzo tidak sependapat dengan para fan, justru Bersama alberto Zaccheroni Bierhoff menjadi attacante paling tajam dengan label specialis header. Udinese dibawanya dengan menempati posisi ketiga Seri A dan Bierhoff sendiri saat itu menjadi capocanonnieri/ top skor Seri A dengan 27 goal.
  
Dua keberhasilan ini mendorong Milan memboyongnya pada musim panas tahun 1998, atas ajakan Fabio Capello di bulan Januari 1998 untuk bergabung bersama Milan pada bulan tersebut. tapi ternyata Bierhoff baru bergabung di musimdepannya.

Di Milan pada musim 1998/1999, Bierhoff menjadi pemain kunci,bersaing dengan bintang Udinese, Marcio Amoroso asal Brazil, dan juga superstar Fiorentina asal Argentina, Gabriel Batistuta yang mencetak 21 goal. Sedangkan Bierhoff sendiri tahun itu cuma mengoleksi 20 goal.

Honours

Milan

  • Serie A: 1998–99

International

  • UEFA European Football Championship: 1996

Individual

  • Serie A Top Scorer: 1997–98
  • German Footballer of the Year: 1998

Zvonimir “Zorro” Boban

Image

Zvonimir Boban lahir 8 Oktober 1968 di Imotski, Kroasia adalah gelandang serang yang menghabiskan sebagian besar karir profesionalnya untuk klub Serie A Milan dan juga merupakan kaptentim nasional Kroasia di Piala Dunia FIFA 1998.

Zorro adalah playmaker yang terkenal akan passing dan visi bermainnya. Yang unik saat membela timnas ketika ia mencetak gol Kroasia tidak pernah kalah dalam pertandingan.


Lahir di Imotski, Boban memulai karirnya dengan Dinamo Zagreb. Ada Insiden yang membuat Boban menjadi pahlawan nasional di Kroasia. Yaitu saat ia menyerang seorang polisi yang memukuli seorang pendukung Dinamo ketika kerusuhan pecah antara para fans di pertandingan Derby melawan Red Star Belgrade pada 13 Mei 1990. Hal ini juga membuatnya mendapatkan suspensi dari tim nasional Yugoslavia menyebabkan dia absen di Piala Dunia 1990 di Italia. Pada bulan Januari 2011, kejadian ini diakui oleh CNN sebagai salah satu dari 5 pertandingan sepak bola yang mengubah dunia.

 

Saat AC Milan merekrutnya pada tahun 1991, Milan segera meminjamkannya ke Bari, karena mereka merasa ia perlu waktu untuk beradaptasi dengan liga Italia. Dan ia juga sebagai salah satu dari 3 pemain non-Italia pada saat itu.  Setelah satu musim, ia dibawa kembali ke skuad Milan. Selama 9 musim menikmati kesuksesan besar dengan Milan. Dia membantu tim memenangkan gelar Liga Champions 1994 dan menjadi runner-up pada tahun 1995. Ia memenangkan 4 gelar Serie A bersama Milan juga. Pada bulan Agustus 2001, ia dipinjamkan ke Celta Vigo karena sudah tidak sesuai dengan strategi tim pada saat itu, di mana ia bermain hanya dalam empat pertandingan. Ia pensiun pada Oktober 2001 dan menyelesaikan musim terakhir lebih awal.

 

Honours

International

  • with  Yugoslavia
    • 1987 World Youth Championship winner
  • with  Croatia
    • 1998 FIFA World Cup third place

Club

  • AC Milan
    • Serie A: 1993, 1994, 1996, 1999
    • Italian Supercup: 1992, 1993, 1994
    • Champions League: 1994
    • European Supercup: 1994

Demetrio Albertini

Gambar

Demetrio Albertini (23 Agustus 1971) adalah Pesepakbola profesional Italia yang menghabiskan sebagian besar karirnya bersama AC Milan dan telah memenangi lima SCUDETTO dan tiga LIGA CHAMPION. Dia juga sempat bermain untuk FC Barcelona di Liga Spanyol sebelum pensiun.Albertini merupakan bagian dari squadra timnas Italia yang bertanding di Piala Dunia 1994 dan 1998, serta 1996 dan 2000 di Kejuaraan Eropa.

 

Albertini, lahir di Besana di Brianza, provinsi Milan, muncul sebagai produk sistem muda AC Milan, diposisi gelandang dan menghabiskan waktu selama 14 tahun yang sangat sukses dengan klub setelah memulai debutnya diumur 17 tahun pada tahun 1989.Di musim 1990/91 ia dipinjamkan ke Padova Calcio, namun di musim 1991/92 ia kembali dan melanjutkan karir suksesnya bersama Milan, lebih dari 300 penampilan ia jalani bersama milan diantaranya menjuari scudetto 3 kali berturut turut (92,93,94) dan pernah mengantarkan milan 3 kali melaju ke final LIGA CHAMPION beruntun (93,94,95) dan tapi hanya memenangkan ditahun 1994.

 

Ditahun yang sama 1994 ia juga meraih UEFA SUPER CUP. Karir Albertini di Milan dari tahun 1988 sampai 2002, Albertini sempat membela beberapa tim yang berbeda, ia menghabiskan 2002-03 dipinjamkan ke Atletico Madrid, 2003-04 dengan Lazio, dan mulai musim 2004-05 dengan Atalanta. Sebelum akhirnya membela tim asal spanyol FC Barcelona.
Untuk tim nasional Italia, Albertini telah membela timnas sebanyak 79 kali, mencetak 3 gol. Ia bermain untuk negaranya pada 1994 dan 1998 di Piala Dunia, Euro 96, dan Euro 2000. Dia melakukan debut pada tanggal 21 Desember 1991. Pada tahun 1992 ia juga ikut membela tim nasional di Olimpiade 1992 di Barcelona, sempat pula ia mengenakan ban kapten.

 

Albertini memiliki mentalitas, visinya yang cemerlang dan kemampuan menembak yang baik. Banyak yang menilai kemampuannya mirip dengan Ronald Koeman di Eranya.

 

Honours

AC Milan

  • Serie A: 5

1991–92, 1992–93, 1993–94, 1995–96, 1998–99

  • Supercoppa Italiana: 4

1988,1992,1993,1994

  • UEFA Champions League: 3

1988–89, 1989–90, 1993–94

  • UEFA Super Cup: 3

1989, 1990, 1994

SS Lazio

  • Coppa Italia: 2003-04

FC Barcelona

  • Liga Española: 2004-05
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

%d blogger menyukai ini: